Monday, 10 October 2016

Hubungan Antara Pegawai

Hubungan-Hubungan Kepegawaian 


Hubungan-hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk memotivasi pegawai, memberdayakan pegawai, yang dilakukan melalui penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan disiplin pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan yang ada, dan melakukan bimbingan. Kemudian bilamana dalam organisasi terbentuk organisasi dan serikat pekerja, organisasi harus melakukan kerja sama yang sinergis, dalam arti saling menguntungkan antara pegawai dan organisasi. Selanajutnya dalam waktu-waktu tertentu harus dilakukan penilaian tentang sejauh mana manajamen sumber daya manusia tersebut memenuhi fungsinya, yang dilakukan melalui apa yang di sebut audit sumber daya manusia. Agar keseluruhan kegiatan itu terlaksana dengan baik, efektif, dan efisien, perlu dilakukan pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan lain-lain. 

Sasaran-Sasaran MSDM 

 Sebagai acuan atau standar melalui mana kegiatan sumber daya manusia yang dilakukan dapat mencapai tujuannya, kegiatan-kegiatan tersebut harus mengacu pada empat sasaran atau dimensi, yaitu :
  1. Societal objective,
  2. Organizational objective,
  3. Functional objective, dan
  4. Personal objective,
 Otoritas dan Tanggung Jawab MSDM

Otoritas atau wewenang adalah hak untuk mengambil keputusan, untuk mengarahkan kerja orang lain, memberi perintah. Dalam sebuah organisasi umumnya ada dua jenis otoritas, yaitu otoritas garis atau otoritas staf. Otoritas garis umumnya diartikan dengan hak untuk memerintah yang berkaitan dengan tugas-tugas operasional yang berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi seperti menentukan strategi produksi dan pemasaran dalam rangka mencapai tujuan perusahaan, sedangkan otoritas staf diartikan dengan hak untuk memberikan nasihat mengenai pelaksanaan tugas-tugas organisasi.

MSDM sebagai Pendekatan Proaktif

Proaktif merupakan kebalikan dari reaktif. Reaktif berarti usaha atau aktivitas-aktivitas sumber daya manusia dalam upaya menyesuaikan dengan tantangan. Ini dilakukan ketika tantangan-tantangan tersebut muncul. Proaktif berarti tindakan-tindakan harus dilakukan sebelum masalah muncul, atau melakukan berbagai tindakan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan pada masa yang akan datang. Misalnya, sebuah perguruan tinggi dalam negeri memprediksi bahwa dalam waktu dekat akan terjadi perubahan dalam persaingan sebagai akibat kemungkinan diizinkannya perguruan tinggi luar negeri beroperasi di Indonesia.