Wednesday, 11 November 2015

Aspek Yang Membuat Stres Kehidupan Manajer


Penyebab Stress Manager

Salah satu aspek yang banyak membuat stres kehidupan manajer adalah tugas memotivasi karyawan yang tak pernah terhenti. Siklus dimulai dengan motif, dorongan, atau kebutuhan. Anda menginginkan sesuatu (motif). Hasilnya Anda melakukan sesuatu. Jika apa yang Anda lakukan, semakin mendekatkan harapan Anda, maka Anda akan mengalami kelegaan.

Jika sebaliknya, maka Anda tidak akan lega atau bebas, dan mungkin akan meningkatkan dorongan atau kebutuhan. Siklus ini tidak akan berakhir, karena Anda akan berada pada motivasi baru, dan siap untuk melakukan hal berikutnya untuk mencapai tujuan berikutnya. Karena itu orang tidak akan merasa puas untuk waktu yang lama. Ini adalah sumber stres yang cukup kuat bagi manajer, karena ini membuat mereka tidak akan pernah merasa menang. Tentu saja mustahil bagi atasan memotivasi bawahan sepenuhnya, setidaknya dalam pengertian melakukan sesuatu yang membuat mereka akan termotivasi. Namun atasan dimungkinkan untuk mengkondisikan situasi yang membuat bawahannya akan memotivasi diri mereka sendiri untuk melakukan sesuatu. Ini akan menjadi tugas yang jauh lebih mudah dan memberikan manfaat bagi bawahannya.

Anda harus menghindari ungkapan lama yang sepenuhnya keliru: semakin keras Anda mendorong orang, semakin banyak mereka akan melakukan sesuatu untuk Anda. Yun Iswanto, seperti yang dikutip dari situs psi.ut.ac.id, menyimpulkan bahwa masalah-masalah fisik, perilaku dan psikologis yang berkaitan dengan stres adalah:
Level stres yang tinggi senantiasa ditemani oleh berbagai masalah kesehatan badan diantaranya ialah, tekanan darah tinggi, tingkat kolesterol yang tinggi, sakit jantung, bisul-bisul, sakit pada tulang, dan sakit kanker.

Masalah-masalah psikologis berkaitan dengan stres paling tidak secara tidak langsung terdapat masalah psikologis penting yang muncul dari hubungan stres-kesehatan mental. Dari berbagai studi menunjukkan bahwa level stres yang tinggi senantiasa disertai oleh: kemarahan, kelelahan, depresi, nervous, cepat tersinggung, ketegangan, kebosanan, agresi antarpersonal, dan sikap permusuhan. Tipe-tipe masalah psikologis dari stres tersebut pada gilirannya sangat relevan terutama untuk kineija yang jelek, penghargaan diri yang rendah, ketidak mampuan untuk berkonsentrasi dan mengambil keputusan, dan ketidakpuasan pekerjaan (job dissatisfaction). Dan pada gilirannya, outcomes dari stres tersebut dapat mempengaruhi biaya langsung organisasi.

Masalah-Masalah Perilaku Berkaitan Dengan Stres

Perilaku yang secara langsung dapat menemani level stres yang tinggi mencakup perilaku: kurang makan atau terlalu banyak makan, tidak bisa tidur, merokok dan minuman keras yang semakin meningkatkan penyalahgunaan obat-obatan berbahaya. Perilaku-perilaku akibat stres level tinggi tersebut juga termanifestasi pada: kerja yang lambat, meningkatnya absensi, dan tingkat perputaran tenaga kerja yang tinggi.

Akibat -akibat stres dapat berupa psikologik dan somatik. Stres yang akut dapat menimbulkan penyakit depresi, kecemasan. Sedangkan stres yang kronik dapat menimbulkan gangguan jiwa yang berat (Schizofrenia). Pendidikan dan status sosial ekonomi yang rendah akan lebih banyak mengalami stres.

Tidak semua individu mengalami gangguan bila mengalami stres. Hal ini sangat tergantung dari :
  1. Kepribadian seseorang, fleksibel atau tidak.
  2. Individu yang kesehatannya jelek, lebih banyak mengalami stres.
  3. Falsafah hidup atau keyakinan.
  4. Persepsi (penanggapan/tanggapan seseorang terhadap stres ada bermacam-macam: biasa, agak risau, sangat mengganggu.
  5. Posisi sosialnya, apakah individu cukup integratif di masyarakat, artinya dapat mengembangkan perannya sebagai mahluk individu dan mahluk sosial.

Sumber-sumber penanggulangan stres dapat berasal dari personalnya sendiri maupun dari lingkungannya, misalnya:
  1. Keluarga: keluarga yang utuh dan serasi akan membantu kesehatan jiwa individu.
  2. Sosial: teman sekeija dan teman lingkungan lainnya diduga mempunyai peran penting.
  3. Masyarakat: berupa bantuan dalam bentuk informasi bahwa individu diakui eksistensinya, dihargai, dihormati, inipun sangat membantu kesehatan jiwa individu.
Penyebab Stress di Tempat Kerja
Kunci Sukses
Hubungan Antar Tim