Friday, 27 January 2017

Rela Berkorban Demi Sesuatu Yang Dicintai

Bila kamu benar mencintaiku, kamu akan Rela Berkorban

 Bila kamu benar mencintaiku, kamu akan Rela Berkorban
Kasus Marcie menunjukkan bagaimana mengenali dan mengatasi pertimbangan dan harapan yang bisa mengurangi kemampuan Anda untuk menunjang hubungan cinta yang berkualitas. Marcie seorang eksekutif periklanan yang berhasil yang baru saja memasuki usia 34 tahun dan merasa risau tentang seleranya sendiri. Seperti ia nyatakan “Saya ingin menikah dan mempunyai anak tetapi kok selalu dapat orang yang salah. Saya terlibat banyak hubungan dimana saya kira inilah orangnya, namun sesudah 6 bulan atau setahun berjalan saya merasa saya menemukan seorang pecundang lainnya”.

Marcie dan kekasihnya yang sekarang, Victor, seorang seniman grafis yang menjalani bisnis dengan Marcie Agency, sudah saling jumpa selama hampir setahun secara teratur. Tatkala Victor mengusulkan hidup serumah bersama, perasaan Marcie mulai berubah. Ia surut kembali, semua hal serupa yang ia biasa abaikan tiba-tiba menjadi penting baginya. “Victor seorang begadang dan saya bangun pagi, dia lebih pendek dari saya bila saya memakai sepatu bertumit, dia memesan anggur rumah bahkan tanpa mengetahui apakah ada manfaatnya. Saya mencintai Victor tetapi saya tidak ingin membuat kesalahan.”

Sebagaimana saya jelaskan kepada Marcie, cara kerja titik lemah ialah bahwa semakin dekat kita tiba pada suatu komitmen, semakin tampak rasa takut dan keraguan dalam diri kita. Tetapi, kita bisa menemukan alasan yang baik untuk memutuskan atau meneruskannya. Satu bagian dari sikap tidak terlalu menghakimi adalah menerima bahwa kita semua membuat pertimbangan; semakin kita menerima kenyataan bahwa tidak ada pasangan yang bisa memenuhi keseluruhan selera kita, kita semakin bisa menghargai siapapun yang menjadi kawan hidup kita.

Tentu saja Anda dibenarkan membuat beberapa pertimbangan. Jika pasangan Anda mempunyai sejarah sebagai penyalah guna obat-obatan, selalu selingkuh, tidak pernah bisa memperoleh penghasilan tetap, Anda benar apabila Anda berhati-hati.

Dalam banyak kasus, bagaimanapun, mudah mengetahui hal-hal yang Anda anggap kurang sempurna tentang pasangan Anda tanpa mencoba mengingkari pertimbangan Anda atau mengharapkan orang lain bisa berubah secara ajaib dalam waktu semalam. Berikut adalah beberapa pertimbangan dan harapan yang saya dengar para pasangan utarakan, sehingga bukan karena bisa bertahan lama tetapi juga meningkatkan hubungan sebagai akibat dari kesediaan untuk menerima ketidak-sempur-naan masing-masing.

•    “Dia terlalu agresif.”
•    “Dia terlalu pasif.”
•    “Dia terlalu ramah.”
•    “Dia terlalu pemalu.”
•    “Dia selalu membicarakan tentang dirinya sendiri.”
•    “Saya ingin dia terbuka dan menceritakan saya tentang dirinya.”
•    “Dia terlalu khawatir tentang uang.”
•    “Dia tidak pernah berpikir dari mana uang itu.”
•    “Dia hanya memikirkan karirnya.”
•    “Saya ingin ia lebih memikirkan karirnya.”
•    “Dia terlalu dogmatis.”
•    “Dia begitu plin-plan.”
•    “Dia terlalu sensitif.”
•    “Saya ingin dia lebih perasa.”

Waktu saya tunjukan daftar di atas pada Marcie, ia tertawa kecil, “Itu saya” katanya“ Saya hanya menikmati kebersamaan dengan Victor, tetapi sejak kami mulai membicarakan masa depan, semua yang saya lihat hanya keandalan dan kekurangannya.”

Bagian dari sikap tidak terlalu berat menghakimi adalah menerima bahwa kita semua membuat penilai-an; semakin Anda sadar bahwa tidak ada mitra yang bisa memenuhi semua gambaran Anda, semakin Anda bisa menghargai siapapun yang bersama Anda.

Ketidakpastian Marcie mengenai hidup bersama Victor, disuramkan oleh lebih dari sekadar tingkah-lakunya yang khas. Marcie tumbuh dengan perhatian dan kasih sayang yang besar hingga ia berusia 10 tahun, ketika orangtuanya mengalami perceraian yang sangat sulit dan menyakitkan. Seperti Marcie mengenangnya, “Ayahku biasanya sangat perhatian pada saya dan pekerjaan sekolah saya, tetapi berawal dengan perpisahan mereka, segalanya berubah. Mama menyebutnya seorang pecundang, daajnereka bertengkar hebat masalah keuangan. Saya selalu berada dipihak ayah dan mempertahankannya, tetapi sesudah perceraian, ketika dia tidak datang menjenguk kami selama berbulan-bulan, saya tidak punya pilihan lain selain memihak pada mama, akhirnya ia memang mulai menelepon dan menjenguk kami pada akhir pekan, namun keadaannya sudah berbeda.”

Pengkhianatan yang Marcie rasakan membuat ia ekstra-sensitif terhadap kemungkinan dikecewakan oleh Victor. Rasa takutnya disakiti lagi menjadi jelas dan gamblang saat dia dan Victor mulai melakukan negosiasi atas sebuah kondominium. Menurut Marcie, “Saya menjadi gila waktu Victor mengusulkan memasukkan klausule tentang pembagian kepemilikan bersama saat kami berpisah sebagai pasangan. ’Berpisah’, saya teriak.’ Saya kira kamu yakin kita harus menikah.’”

Seringkah bila kita sangat dikecewakan atau disakiti oleh orangtua, kita mungkin mengharapkan pasangan kita memenuhi segalanya yang kita ingini tetapi tidak pernah kita dapatkan. Marcie bukan saja menginginkan Victor mencintainya dan terikat padanya, tapi diam-diam ia juga bahkan menginginkan agar Victor tidak terpikir untuk meninggalkannya seperti yang dilakukan ayahnya waktu ia berusia sepuluh tahun. Sebagaimana saya jelaskan pada Marcie, seperti juga ia mengandung keraguan, perasaan was-was, dan kekhawatiran mengenai kemungkinan akan disakiti lagi, maka kemungkinan Victor pun merasakan hal yang demikian. Dia harus memisahkan harapan-harapan yang realistis dari tuntutan yang tidak mungkin dipenuhi Victor, atau siapa-pun, dan hanya bisa mengecewakannya.

Untuk membantu Marcie mengerti beberapa tuntutan dan harapan yang ia kemukakan dalam hubungannya, saya minta ia membuat daftar tanggapan dari pernyataan “Bila kamu benar mencintaiku, Victor, kamu akan... ” Daftar Marcie termasuk yang berikut ini:
Bila kamu benar mencintaiku, kamu akan ...” .

•    Tidak pernah berkeinginan meninggalkan aku.
•    Tidak punya pikiran lain.
•    Tidak akan menyakiti atau membuat aku marah.
•    Jadilah pangeranku yang tampan dan selalu mempedulikan aku.
•    Jangan berpaling pada wanita lain.
•    Bekerja lebih keras supaya lebih berhasil.
•    Jadilah ayah yang setia dan dapat diandalkan.
•    Jangan bohongi aku.
•    Selalu menganggap aku seksi.
•    Berbuat banyak untuk membuatku bahagia.
•    Berkorban demi keluargamu.
Ketika Marcie dan saya meneliti daftarnya, ia mengakui bahwa sebagian harapannya realistis, sedangkan tuntutan yang lainnya bahkan Victor juga tidak mungkin bisa memenuhi satupun. Seperti, mengharapkan Victor “tidak mempunyai pikiran lain” atau “jangan sakiti atau membuat aku marah” sepertinya tidak mungkin. Dengan mengakui beberapa tuntutan yang sulit'yang ia kenakan atas hubungannya, Marcie menjadi lebih mawas diri/sadar atas luka yang tak teratasi yang terbawa dari masa kanak-kanak. Dia melihat bahwa tuntutan yang berat adalah mengangankan kepuasan diri sehingga akhirnya membuat orang lain pergi. Sebagaimana akhirnya Marcie mengerti “Alasan saya menuntut begitu banyak, sebab saya takut Victor atau pria manapun yang saya cintai akan mengecewakan dan meninggalkan saya.”

Tuntutan yang berat adalah angan-angan kepuasan sendiri sehingga akhirnya membuat orang lain pergi.


Saya jelaskan pada Marcie bahwa ia tidak perlu membuat rasa takut itu hilang secara gaib. Kenyataannya semakin ia mengakui bagaimana titik lemah ini rasa takut akan disakiti lagi bekerja, semakin kurang ia bisa mengendalikan dirinya.
Kuncinya adalah jadilah oranptua yang terbaik bagi diri Anda sendiri dari paaa mengharapkan kekasih Anda menjadi orangtua yang; tidak pernah Anda miliki. Sementara Anda mengembangkan diri Anda, harapan Anda pada sesuatu yang tidak mungkin atau usaha mengendalikan kekasih Anda akan berkurang. Semakin Anda bisa memenuhi diri seii-diri, semakin Anda bisa meringankan tuntutan dalam pilihan Anda. Bila Anda merasa sakit dan defensif, dari pada menentang kekasih Anda, gunakan kesempatan untuk mendiskusikan apa yang dapat dilakukan Anda berdua untuk membuat hubungan lebih dapat dinikmati. Tetapi ingat, masalah harus dipecahkan, bukan hanya dibahas sampai mati. Jika Anda hanya memperhatikan sebuah masalah dalam hubungan Anda, maka hanya masalah itu saja yang akan Anda dapatkan. Akuilah kepada satu sama lain untuk kekuatan dan sukacita dalam hubungan yang Anda nikmati.

Beberapa minggu kemudian Marcie dan Victor sudah menyelesaikan perincian pembelian condo-minium bersama. Selama tahun pertama hubungan mereka makin erat, masalah-masalah pelik berdatangan, tetapi Marcie menemukan' bahwajiengan bersikap jujur terhadap rasa takut dan harapan tidak lagi perlu membuat ultimatum ataupun merayap masuk kembali ke dalam perisai pelindungnya. Sebagaimana Marcie nyatakan dalam sesi berikutnya setahun kemudian, “Victor dan saya baik-baik saja, sangat baik bahkan. Sekarang'setelah saya membiarkan dia menjadi dirinya sendiri, dia menjadi sangat sayang dan pengertian. Kami akan menikah dalam musim semi dan rencana punya anak segera. Saya kadang masih merasa gelisah, tetapi tidak lagi merupakan kendala.” 

Sementara Anda kembangkan diri Anda, harapan Anda pada sesuatu yang tidak mungkin atau keinginan mengendalikan pasangan Anda akan berkurang. Semakin Anda dapat memenuhi diri Anda, semakin Anda dapat meringaankan tuntutan menjadi pilihan.